Merdeka untuk Menjadi Miskin

Selamat Hari Kemerdekaan yang ke-64, Republik Indonesia!

Merdeka adalah saat dimana kita bebas untuk berbangga menjadi diri sendiri, dan bukan malah malu dan berpura-pura menjadi orang lain.

Continue reading

Cuma Hitam-Putih

Selamat tengah malam, saudara-saudara semuanya!

Akhir-akhir ini saya lagi ketagihan pake paket dari google. Google Chrome, Google Groups, Google Mail, Google Calendar, dan lain-lainnya. Entah kenapa saya selalu suka hal-hal yang bersifat keseragaman. Rasanya lebih mudah diatur dan lebih enak dilihat aja.

Keganjringan saya pada mbah Google ini kemudian mendorong saya untuk membuat suatu langkah besar dalam dunia persilatan: Saya memutuskan untuk pindah ke blogger.
Continue reading

Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian*

Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…

aku takut sendirian.

*Tulisan ini dibuat oleh Raditya Dika dan terdapat dalam buku Kepada Cinta (Gagasmedia, 2009), buku kumpulan surat cinta dari berbagai macam penulis. Saya menyalin ke blog ini sebagai apresiasi dan sekedar mengingatkan orang-orang yang tidak sengaja memosting tulisan ini di website mereka dan lupa mencantumkan nama penulis aslinya. :mrgreen:

Fall in Love with Yuna

Yuna adalah nama salah seorang penyanyi indie Malaysia. Dan belakangan ini saya sedang suka2nya dengan lagunya :) Teman2 sekamar saya sih kurang setuju, kata mereka “Perasaan ga sebagus itu deh” hahahaha. Yah, namanya selera orang kan memang beda2, ya nggak?

Mungkin teman2 bisa dengar langsung dan kasih komentar :mrgreen:

Continue reading

Saya kembali, berkat W.S Rendra!

Teruslah menulis, dan kau akan tetap hidup

S.L.H.A.

Pernah anda merasa terjepit?

Ketika anda begitu menyukai sesuatu, yang tetapi kemudian menjadi bumerang bagi diri anda sendiri?
Seperti sebagian orang yang mencintai balapan liar, dan kemudian membayar kecintaannya dengan nyawa? Continue reading

sindiran yang manis

Saya sangat suka cara mereka menyalurkan pendapat.. sangat kreatif!

Continue reading

14 hari menuju keberangkatan

Tak bisakah kita hentikan sejenak perang jenaka yang tak surut-surut ini?
Toh nanti sepulangku, kita masih punya banyak waktu untuk itu.

Untuk sekarang, aku cuma ingin duduk berdua.
Tak peduli kita tak saling menyapa,
Tak peduli kau berselingkuh sekalipun,
Yang penting kau lakukan semua disisiku.
Dan aku bisa memandangmu di sela-sela waktuku.

Tapi sepertinya sangat sukar bagimu untuk mengerti apa yang ada di dalam kepala dan hati.
Atau kau memang ingin berpisah dengan cara yang seperti ini?