WARNING: TULISAN DIBAWAH INI HANYA BERASAL DARI SATU SUDUT PANDANG SAJA. DAPATKAN SUDUT PANDANG DARI KEDUA BELAH PIHAK DAN ANDA BISA MELIHAT DUNIA DENGAN LEBIH JELAS
“…ternyata dia bukan Matahari. Dia cuma Pelangi yang hadir dengan segala keindahannya, tapi hanya sebentar.”
- Mengejar Matahari
Akhirnya saya merasa mampu untuk menuliskan ‘akhir’ kisah saya dengan Giry. Mampu, dalam artian saya sudah bisa berfikir jernih. Jernih, dalam artian bukan hanya emosi yang terlibat. Dalam bahasa lain, saya tidak akan menulis dengan kadar yang berat sebelah. Mudah-mudahan.
Oh ya, bagi yang masih belum nyambung, saya dan Giry sudah putus.
Apa yang salah pada hubungan kami, dalam sudut pandang saya, adalah ‘timing’. Ego yang sama-sama tinggi, sikap yang (mungkin) masih sama-sama belum dewasa, blablabla.. itu semua cuma anak-cucu dari si ‘timing’ ini sendiri.
Masih segar diingatan saya, perbincangan tengah malam dengan salah satu senior, Sarah C.A. aka Ka Cece (firasat saya nanti rumetnya bakal ngomen deh -_-a).
Ka Cece: …cowo-cowo tuh bukannya ga suka, mereka tuh pada takut deketin kau. Uut sibuk banget sih.
Saya: Giry enggak, ah.
Ka Cece: Yahhh, Giry mah belom tau apa-apa tentang kau, Ut. Dia kan baru masuk? Liat aja nanti kalo dia sudah tau.. tapi ga tau juga sih.
Ya. Saya akui saya terlalu melibatkan perasaan ketika itu. Dangdutnya, “Cinta telah membutakan mata saya”. Err. Belum bisa dibilang cinta juga sih.
Pada kenyataannya, ketika saya bertemu Giry, situasi sangat aman terkendali. Kuliah belum dimulai. Saya jadi ketua ospek. Artinya, memang fokus saya hanya disitu. Dan kebetulan, dia ada di dalam situ.
Masa PDKT saya mulai sibuk. Kami mulai mempertanyakan kecocokan. Tapi toh (lagi-lagi) perasaan mengalahkan logika.
Masa jadian, saya dipuncak kesibukan. Kami kuliah di satu kampus, tinggal di satu area, bahkan hidup di lingkungan yang hampir sama. Tapi mau ketemu susahnya minta ampun.
Mungkin dia kaget. Mungkin dia ngerasa ditipu.
Dan ketika akhirnya ketika saya pergi ke Taiwan, (lagi-lagi) mungkin Giry baru menyadari satu hal: ada atau tidak adanya saya tidak ada bedanya. Tidak ada perbedaan yang signifikan. Tidak ada rasa kehilangan. Tidak ada sesuatu yang tiba-tiba kosong. Tidak ada kangen.
Kembali teringat chattingan kami (menjelang putus):
Saya: I’m just wondering.. You don’t miss me, do you?
Giry: Apa yang ngebuat lo berfikir gw bakal kangen sama lo?
Dia merasa tidak mempunyai alasan untuk mengingat saya.
Tolong jangan bilang, “Bagaimana mungkin?” karena saya juga tidak tau jawabannya. Karena jujur, pada saat itu saya merasa sebaliknya. Ah, tidak perlu diperjelas lah. Postingan ini bukan untuk saya ‘curcol’ kan, hanya menceritakan ‘akhir’ kisah itu saja.
24 April 2009 chattingan kami berakhir dengan:
Saya: What do you want now?
Giry: I want to be alone. Sorry, you burned me.
That’s it.
Bagaimana hari-hari saya selanjutnya, tidak bijak untuk dibicarakan disini. Saya pernah mencoba minta maaf, tapi sepertinya memang sudah tidak bisa.

Me and him.. We are just history now.
Jika orang bertanya apakah saya membenci Giry atau tidak, maka tanpa sempat mengedip pun saya bisa menjawab dengan lantang. TIDAK. Saya tidak pernah, tidak sedang, dan (kalau bisa) tidak akan membenci dia. Dia adalah bagian dari hidup saya, dan untuk itu tidak perlu dibenci. Dia pernah membuat saya merasa bahagia, dan untuk itu saya tetap menghargai dia.
“Apakah Giry membenci saya?”
Yang ini, saya tidak bisa menjawab. Tanyalah pada orangnya sendiri.
Mungkin kata-kata yang pernah dia ucapin ini bisa dijadiin rujukan:
“Kamu ga pernah sekalipun ngasih warna dihidup aku, cuma nambah arsiran hitam aja.”
Saya menganggap dia pelangi, dan dia menganggap saya pensil 2B. Begitulah kira-kira.
Orang bilang selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian. Well, I can say that I learned a lot from this very short and bad ending relationship.
Bahwa dalam suatu hubungan, rasa sayang saja tidak akan pernah cukup.
Bahwa seseorang tidak akan tau apa yang sebenarnya dihati kita, dan karenanya mereka akan menilai kita dari apa yang mereka lihat saja.
Bahwa sebelum ada kata pendekatan, haruslah ada pengenalan. Dalam artian, benar-benar mengenali kepribadian orang tersebut.
Bahwa kata-kata yang sudah terlanjur terucap, tidak akan pernah bisa ditarik lagi.
Bahwa berpacaran dengan orang yang terlalu signifikan perbedaan tingginya dengan anda sangat tidak baik untuk kesehatan, terutama otot dan tulang leher karena anda harus terus mendongak ke atas setiap kali ingin bicara. HAHAHA.
Wah senangnya saya sudah bisa menjadikan kisah ini sebuah lelucon
Like what you’ve stated in that cruel email Gir, now you have your own life and I have mine. Semoga lo bisa segera menemukan penghapus dan crayon warna-warni. Dan gw akan buktiin ke elo kalo bakal ada orang yang ‘merasakan’ keberadaan gw, dan menganalogikan keberadaan gw itu dengan hal yang lebih penting dari sekedar pensil 2B.
Be a man, dude! Live well~
“When you’re young everything feels like the end of the world. But it’s not; it’s just the beginning. You might have to meet a few more jerks, but one day you’re gonna meet a boy who treats you the way you deserve to be treated. Like the sun rises and sets with you.”
-17 Again
Eh eh no offense ya, Gir! WHY SO SERIOUS?









Posted by ladyhavivi on September 3, 2009 at 3:13 PM
wawaw
suka akuu bacanya ut. terharu.
smpe aku menitikan air mata =’)
jd terbayang bwt jadiin ny sbuah film. kekek
Posted by putrijump on September 3, 2009 at 3:57 PM
ah si kakak, ga segitunya juga ah.
hihihi jadi kembang kempis kan idung aku
bikin aja kak, tapi agak susah cari pemeran yg tingginya 190cm kayaknya. hehe.
makasih ya udah mampir
Posted by HaTToRi on September 3, 2009 at 4:09 PM
biasa aja si..gua baru baca novel(true story) yang terlalu luar biasa jadi waktu baca ini gua banding2in dah..sante aja masalah ginian..gua yang dulunya ngebet ama 1 cewe selama 10 taon biasa aja..
Posted by putrijump on September 3, 2009 at 4:15 PM
hey monyet. saya ga minta dikasihani, cuma mau cerita aja.
iya gw tau lo emang lelaki super hahaha.
maaf ya GANTENG, ga semua orang bisa menghadapi masalah se dewasa lo..
makanya bagi2 dong ilmunya!
Posted by abubakar on September 3, 2009 at 4:12 PM
wuaaahhh,,, ade ade aje ni mbak..
saya lupa komen apa yak kemaren?hehehe..
yg saya inget cuma
“Dari Dulu beginilah cinta deritanya tiada akhir….”
-patkay-
trus sarannya lebih baik jangan terlalu sibuk… kalo udah mutusin mau berhubungan harus punya waktu juga buat si dia.. gitu ;P
semangat !!!!
Posted by putrijump on September 3, 2009 at 4:17 PM
hahaha maaf -___-
oh iya patkay masih dibahas2 lagi (jadi ngulang reaksi kemarin)
btw saya masih menunggu postingan pribadi bung abu bakar loh!
Posted by abubakar on September 3, 2009 at 4:26 PM
hahahha,, abisnya yang paling diinget cuma kata2 patkay donk..
lho lho.. sya kan gak menjanjikan postingan pribadi lho,hehehehe
Posted by wyd on September 3, 2009 at 4:44 PM
hey put sorry nih lamaaaaaaaaaaaa banget ga online…
eh sekalinya baca, beritanya begini ini. ga sedapnya, ini soal perasaan sedih. bagian nikmatnya, sedihnya udah kadaluwarsa
put, ibu suka gambar. tau apa fave ibu buat ngegambar? pensil alis warna hitam!
so… siapa bilang pensil yang cuma punya satu warna ga menarik? kalau ada yang beranggapan gitu, artinya dia bener2 ga berseni, bahwa untuk mengelapkan bagian warna tertentu sering banget digunakan warna hitam.
artinya, warna hitam tuh bisa ditempatkan di mana aja. buktinya, pasti semua orang punya pakaian -entah celana, jins, kemeja atau blouse atau bra ‘ngkali- warna hitam.
kalau ada yang bilang ga ada arsiran hitam yang berseni, mata orang tersebut ga bisa bedain garis tebal tipis hahahhahaha….
nice to see u get fun back, sweet….
Posted by putrijump on September 3, 2009 at 5:03 PM
wah bu wyyyyyyyyd!
akhirnya online lagi, saya sudah rindu postingan2 ibu!
hmm. mungkin ini cuma perbedaan sudut pandang ya, bu.
dan tidak saya pungkiri, mungkin saya ikut berperan dalam menciptakan sudut pandang itu.
mungkin ini pelajaran bagi saya untuk kedepannya nanti
ibu coba liat postingan saya yang Merdeka Untuk Menjadi Miskin
hehe. sekalinya online langsung diminta ini itu
Posted by puanP on September 3, 2009 at 5:38 PM
dek, seseorang baru memulai hidup jika dia bisa hidup di luar dirinya sendiri.
ada manusia yang karena kekurangannya bias dalam bersikap. ada juga yang terbilang pandai, namun nihil sikap.
jadi kedewasaan seseorang itu bisa dilihat dan diukur dari tingkah lakunya…atau tindak tanduk dalam kehidupan sehari-harinya itu sendiri.
Hanya ada dua cinta di dunia ini sayang kuuu….
cinta atas nafsu
atau cinta kasih.
jikalau kau mengeluh akan sebuah karya yang buruk, bukan buruk dari warna maupun kuas serta canvas hidup ini, namun buruknya sebuah karya datangnya dari sang pelukis itu sendiri !
patah tumbuh hilang berganti de….
mom ada untukmu….
tengok kedepan, indah bukan…^^
I love you
Posted by putrijump on September 3, 2009 at 5:52 PM
iya mama,
ini cuma cerita kok, tasa sudah ga nge down lagi.
giry is sooooooo yesterday!
makasih ya, mama selalu ada buat tasa.
Love You, too! :*
Posted by Nadra Asjoedjir on September 3, 2009 at 5:40 PM
i enjoy it and, like usual, i like the way you tell story (on blog). hahaha. baguslah kalo skrg anda sudah bisa menganggap itu sebagai lelucon hahaha. saya anggap itu kemajuan (kalo minjem kata2 nya yugi).
saya ga pinter berfilosofi jadi segini aja deh ut >.<
maaf kalo jadi ngerusak comment hahaha
Posted by putrijump on September 3, 2009 at 5:57 PM
hahaha.
jadi kalo cerita langsung jelek ya?
ya elah kak siapa juga yg berfilosofi, kita kan bukan indar (mudah2an orangnya ga baca hahaha).
jadi kangen nih, udah lama ya ga cerita2..
thanks ya, rommie! :*
Posted by putria on September 3, 2009 at 5:51 PM
humm..
selalu peta yang sama, ketika kamu mengalami jatuh pertama.
rasanya sakit sekali dan kamu melihat darahmu, juga darahnya. mungkin, jika kamu jatuh berdua. ^^
tapi, selalu juga peta yang sama ketika kamu bisa bangun dari jatuhmu, dan mengulurkan tanganmu untuk membantunya. meski ia tepis, atau ludahi, atau berganti jadi mendorongmu?
ini saja kok kuncinya: “dia hanya belum mengerti”
dan ini proses untuknya. beri saja dia waktu.
dan beri juga dirimu waktu.
i love u full, honey..
dan betapapun giri tak anggap kamu berharga, dia hanya belum mengerti mengapa kamu begitu pantas berlimpah cinta.
^^
semangaaatt!!
Posted by putrijump on September 3, 2009 at 6:08 PM
wahwahwah.
it was 4 months ago, mba. we are cool now. I really think so.
saya ga mau menyulut masalah disini, cuma ingin bercerita.
he’s a nice guy, thought.
tolong jangan salah sangka, ya.
I never said that he was wrong or he treated me wrongly.
malah kalau bisa saya mau merekomendasikan dia untuk orang2 yang mencari pacar
saya harap tidak ada lagi yang menganggap saya sebagai protagonis dan Giri sebagai antagonis.
we were together but then we broke up. itu saja.
anyway thanks for caring.
really appreciate your support, sist.
Love You :*
Posted by ossa on September 4, 2009 at 1:09 AM
just read ur blog…
…
and….WOW….
cuma bisa bilang semua ada hikmah nya…
*ngerusak komen bgt si gw?*
Posted by putrijump on September 4, 2009 at 2:06 AM
eh si kakak.
ini mah ga ada apa2nya dibanding pengalaman kakak kan ya?
selamat ya kak akhirnya bisa menemukan sosok baru lagi
mudah2an langgeng (lho, kok jadi OOT?)
Posted by ossagandhi on September 4, 2009 at 2:16 AM
hahahah….
…
OOT abis..
abis baca blog kamu, jadi ngisi blog lagi ttg si sosok baru…
Posted by sarah on September 4, 2009 at 2:21 AM
ehheeemm ehheemm ..
ada nama akuu tuhh kayanyaaa nyangkutt di cerita ini ahhaahaha …….
Posted by putrijump on September 4, 2009 at 2:28 AM
ampun kakak, ijin muat namanya ya!
atau mau disamarkan?
sebut saja “bunga”
Posted by Arina on September 4, 2009 at 10:35 AM
Ihihiii.
Sbnrny, arin lupa kmrin itu tulis komen ap.
Hwhw.
Tp stlah review bntarl inget lgi deh.
Here we go :
1st,
Slamat sdh keluar dri masa-masa-tidak-enk-satu-sama-lain
Hohoo..
2nd.
Pacaran sm org yg tgginy berbeda jauh tdk baik bwt kshtan –> setujuuu!! (tpi kl orgny setampan dan setinggi Lee Min Ho, msh mau ditolak,Put?
Hahahaaa.
3rd,
Ur writing reminds me to somone ^^
4th,
Though he was your ‘yesterday’, but try to keep a gud sillaturahmi between the two of you for today and tomorrow.
***
Wehehheee
Keep writing y, Put
~big grin, Arina~
Posted by putrijump on September 28, 2009 at 12:36 PM
wahwah baru inget aku belom posting awardnya hahaha jadi malu
Posted by obliviousme on September 5, 2009 at 1:43 PM
kenapa juga bisa keapus kak postingannya kemarin?
haha, lupa nih ngomen apa kemarin
but i (always) love the way you face this case
dan selamat mencari that second love, haha
Posted by putrijump on September 28, 2009 at 12:37 PM
and actually he’s not my first love.
jadi pasti ga sesusah itu ya, hehe